Bolehkah Membagikan Daging Kurban Dalam Bentuk Masak?

Dalam membagikan daging kurban oleh panitia kurban atapun orang yang berkorban, bolehkah membagikan daging kurban dalam bentuk masak? Bagaimana hukumnya? Untuk mengetahui masalah ini berikut penjelasannya.

Allah Ta’ala memerintahkan kepada pemilik kurban (shohibul qurban), untuk mengkonsumsi sebagian daging kurbannya, kemudian menyedekahkan sisanya.

Dalam surat Al-Haj Allah berfirman,

فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

“Maka makanlah sebagian hasil kurban itu dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang membutuhkan dan fakir”. (QS. Al-Haj : 28).

Imam Al-Qurtubi menjelaskan makna ayat ini dalam tafsirnya :

هذا أمر معناه الندب عند الجمهور، ويستحب للرجل أن يأكل من هديه وأضحيته، وأن يتصدق بالأكثر مع تجويزهم الصدقة بالكل، وأكل الكل

“Perintah ini bermakna anjuran, menurut pendapat mayoritas ulama (Jumhur).
Dianjurkan bagi seorang, untuk memakan bagian dari sembelihan hadyu atau kurbannya. Kemudian menyedekahkan mayoritas dagingnya. Atau boleh juga menyedekahkan seluruhnya atau memakan seluruhnya”. (Lihat Tafsir Al-Qurtubi untuk ayat di atas).

Tidak ada bedanya disini antara membagikan daging dalam bentuk mentah atau matang. Semua itu boleh dilakukan, berdasarkan keumuman firman Allah Ta’ala,

وَأَطْعِمُوا

“dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang membutuhkan dan fakir”. (QS. Al-Haj : 28).

Dan memberikan daging qurban di sini mencakup pemberian mentah maupun setelah dimasak.

Demikian pembahasan tentang hukum membagikan daging kurban dalam bentuk masak. Semoga bermanfaat.
Wallahu ‘alam.

Oleh Ustadz Ammi Nur Baits