Hukum Membagikan Daging Kurban Kepada Non Muslim

Bagaimana hukum membagikan daging kurban kepada non muslim? Apakah menurut syariat hal itu diperbolehkan atau dilarang?

Hukum Membagikan Daging Kurban Kepada Non Muslim

Membagikan daging hasil sembelihan qurban kepada non muslim hukumnya boleh, dengan syarat orang kafir tersebut bukan kafir harbi (kafir yang perang dengan kaum muslimin). Berikut beberapa alasan yang menguatkan bolehnya membagikan daging kurban pada non muslim.

1. Allah Ta’ala tidak melarang kita untuk berbuat baik kepada orang-orang kafir yang tidak memerangi kaum muslimin.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”. (QS. Al Mumtahanah : 8).

Diantara bentuk berbuat baik kepada mereka adalah, dengan membagikan kepada mereka daging kurban.

2. Kisah Asma’ binti Abu Bakar radhiallahu ’anha, ketika bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, perihal kedatangan Ibundanya yang masih musyrik, meminta pesangon kepada Asma’ sebagai bakti putrinya kepadanya. Nabi mengatakan

نَعم، صلِي أمَّك

“Iya.. Sambunglah silaturahimmu dengan Ibumu”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Saat itu, masa perdamaian dengan kaum musyrikin. Ini artinya, hukumnya boleh membagikan harta kepada non muslim, yang tidak memerangi kaum muslimin.

3. Tindakan seperti ini, bisa menjadi sebab lunaknya hati mereka, sehingga mau menerima Islam.

4. Sahabat Abdullah bin Amr radhiyallahu ’anhu pernah menyembelih kambing sebagai qurban untuk keluarganya. Kemudian beliau bertanya kepada mereka,

“Apa sudah kalian beri tetangga kita yang Yahudi itu? Apa sudah kalian beri tetangga kita yang Yahudi itu?”

Beliau melanjutkan,

“Saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُه

“Jibril senantiasa mewasiatkan kepadaku untuk tetangga, sampai saya menyangka dia akan mewarisinya”. (HR. TIrmizi, 1943 dan dinilai shahih oleh Al-Albani. Diriwayatkan dari Mujahid).

Riwayat ini juga menjadi dalil, anjuran memprioritaskan pemberian kepada non muslim yang masih ada hubungan kerabat atau tetangga dengan kita. Karena mereka memiliki hak kekerabatan dan hak tetangga.

Syaikh Abdulaziz bin Baz rahimahullah ketika ditanya apakah boleh memberikan daging kurban kepada non muslim?

Beliau memjawab :

لا حرج؛ لقوله جل وعلا: لاَ يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ، فالكافر الذي ليس بيننا وبينه حرب كالمستأمن أو المعاهد يعطى من الأضحيَّة ومن الصدقة.

“Tidak mengapa, karena Allah jalla wa ‘ala berfirman, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu”.

Maka orang kafir yang tidak ada hubungan perang antara kita dengan mereka, seperti Musta’min (yang meminta jaminan keamanan) atau Mu’ahad (yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin), boleh diberi daging kurban dan juga boleh diberi sedekah. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 18/47).

Lihat juga: Bolehkah Membagikan Daging Kurban Dalam Bentuk Masak?

Jadi hukumnya boleh membagikan daging kurban kepada non muslim. Namun tetap yang lebih afdhol, memprioritaskan kaum muslimin. Karena hubungan iman menjadikan mereka lebih berhak untuk diutamakan. Dan memberi daging kurban kepada mereka, dapat membantu mereka dalam beribadah kepada Allah Subkhanahu wa Ta’ala. Wallahu ‘alam.

Semoga pembahasan ini bermanfaat.
Oleh Ustadz Ammi Nur Baits