Cara Mengundang Jin Dengan Membaca Surat Al Jin

Beranggapan bahwa cara mengundang jin dengan membaca surat al jin di malam hari adalah keliru, anggapan ini tidak berdasar.

Pertama, tidak ada keterangan adanya riwayat yang berisi anjuran untuk membaca surat al jin di waktu malam.

Riwayat shahih yang bisa dijumpai terkait surat yang dianjurkan untuk dibaca di malam hari hanya ada 2 surat, yaitu Surat as-Sajdah dan Surat al-Mulk.

Dalam hadits dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ (الم تَنْزِيلُ) وَ (تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ)

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak tidur sampai beliau membaca surat as-Sajdah dan surat al-Mulk”. (HR. Ahmad : 14659, Turmudzi : 3135, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Kedua, jin pernah hadir ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca Al Qur’an.

Pernyataan ini benar, bahwa jin pernah hadir, mendengarkan dan memperhatikan bacaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan setelah itu mereka masuk islam dan menjadi da’i serta mengajak bangsa jin untuk masuk islam.

Kisah ini terdapat dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآَنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ . قَالُوا ياقَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ

“Ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Qur’an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus”. (QS. al-Ahqaf : 29-30).

Ibnu Katsir membawakan riwayat tersebut dan mengatakan bahwa ini terjadi ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat isya di daerah Nakhlah, di Ukadz.

Dalam ayat lain, Allah juga berfirman tentang adanya jin yang mendengarkan Al Qur’an. Cerita ini Allah sebutkan panjang lebar dalam surat al-Jin. Berikut ayat yang menceritakan tentang mereka setelah mendengarkan Al Qur’an.

 أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآَنًا عَجَبًا . يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآَمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

“Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya, telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Qur’an), lalu mereka berkata, Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami”. (QS. al-Jin : 1 – 2).

Sehingga isi dari surat al-Jin adalah cerita bahwa ada jin yang mendengarkan Al Qur’an yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kita tidak tahu, surat apa yang kala itu dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hingga didengar oleh para jin. Dan tidak ada kesengajaan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk membacanya di hadapan jin.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bercerita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membaca Al Qur’an untuk jin, dan beliau juga tidak melihat jin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berangkat bersama beberapa sahabatnya menuju pasar Ukadz. Sementara ada penghalang antara setan dan berita langit, dan ada banyak panah api yang mengintai mereka.

Akhirnya merekapun saling bertanya di kalangan bangsa jin. Mereka sepakat untuk mencari di ujung-ujung dunia, apa yang membuat mereka terhalangi untuk duduk di langit. Ternyata mereka menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang shalat. Mereka mengarahkan dugaan itu karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan ketika mereka mendengar bacaan Al Qur’an, mereka memperhatikannya, hingga mereka masuk islam dan mengajak kawan-kawannya untuk masuk islam. kemudian Allah ceritakan kejadian ini dengan Allah turunkan surat al-Jin. (HR. Ahmad : 2271 dan Muslim : 1034).

Ketiga, bahwa di manapun kita berada, kita akan selalu disertai jin.

Kita tidak perlu mencari jin atau mencari cara mengundang jin, karena di sekitar kita selalu ada jin yang menyertai kita. Mengenai keberadaan jin yang menyertai manusia, bisa Anda pelajari pada ulasan qorin jin pendamping manusia yang menyesatkan.

Dan bagi Anda yang tidak bisa melihat jin hendaknya bersyukur, karena Allah menjadikan Anda manusia normal, yang tidak bisa melihat jin. Justru mereka yang bisa melihat jin, dia kondisinya tidak normal, yang perlu untuk diobati. Demikian pembahasan cara mengundang jin dengan membaca surat al jin di malam hari.
Allahu a’lam.