Hukum Jenazah Dimakamkan Sebelum Dishalati

Hukum Jenazah Dimakamkan Sebelum Dishalati

Prosedur dalam menangani jenazah yang diajarkan dalam Islam ada 4 dengan urutan,

1. Memandikan
2. Mengkafani
3. Menshalatkan
4. Memakamkan

Urutan ini tidak boleh dibalik. Jika dibalik, maka pelaku berdosa.

Al-Khatib as-Syarbini – ulama Syafiiyah – dalam penjelasannya menyatakan,

ويجب تقديمها أي الصلاة على الدفن وتأخيرها عن الغسل أو التيمم عند العجز عن استعمال الماء، فإن دفن من غير صلاة أثم كل من توجه عليه فرض الصلاة إلا أن يكون عذر

“Wajib mendahulukan shalat jenazah sebelum memakamkan…, jika ada jenazah yang dimakamkan sebelum dishalati, maka semua yang wajib menshalati jenazah itu berdosa, kecuali jika di sana ada udzur”. (Mughni al-Muhtaj, 2/28).

Selanjutnya, apa kewajiban muslim jika jenazah telah dimakamkan?

Ada dua pendapat ulama di sana,

Pertama, kuburan jenazah dibongkar kemudian dishalati.

Kedua, kuburan tidak dibongkar, dan tetap dishalati di kuburan.

Pendapat kedua ini merupakan pendapat mayoritas ulama.

Ibnu Qudamah mengatakan,

وإن دفن قبل الصلاة , فعن أحمد أنه ينبش , ويصلى عليه . وعنه : أنه إن صلي على القبر جاز. واختار القاضي أنه يصلى على القبر ولا ينبش. وهو مذهب أبي حنيفة , والشافعي

“Jika dimakamkan sebelum shalat, menurut riwayat dari Imam Ahmad, kuburannya dibongkar, dan dishalati. Dan juga menurut keterangan lain dari beliau (Imam Ahmad) bahwa jika dishalati di kuburan, boleh. Al-Qadhi (Abu Ya’la) memilih pendapat bahwa dia dishalati di kuburan, dan tidak dibongkar. Ini merupakan pendapat Abu Hanifah dan as-Syafi’i”. (al-Mughni, 2/414).

Ar-Ramli – ulama syafiiyah – menyatakan,

ويجب تقديمها أي الصلاة على الدفن…، فلو دفن من غير صلاة أثم الدافنون والراضون بدفنه قبلها لوجوب تقديمها عليه إن لم يكن ثم عذر، ويصلى على قبره لأنه لا ينبش للصلاة عليه

“Wajib mendahulukan shalat jenazah sebelum memakamkan…, jika ada jenazah yang dimakamkan sebelum dishalati, maka semua yang memakamkan berdosa, termasuk orang yang menyetujui pemakaman sebelum dishalati. Karena wajib mendahulukan shalat sebelum pemakaman, jika di sana tidak ada udzur. Dan cukup shalat jenazah di kuburannya karena kuburan tidak dibongkar hanya untuk menshalatinya”. (Nihayah al-Muhtaj, 2/486).

Baca juga: Amalan yang Bermanfaat Bagi Mayit

InsyaaAllah pendapat kedua ini yang lebih mendekati.

Wallahu ‘alam.
Oleh Ustadz Ammi Nur Baits