Hukum Shalat Tarawih Dan Keutamaan Shalat Tarawih

Shalat tarawih termasuk qiyamul lail atau shalat malam yang dilaksanakan pada setiap bulan Ramadhan. Tarawih berarti istirahat, dan dinamakan shalat tarawih karena orang yang menjalankan shalat tarawih beristirahat setelah melaksanakan shalat empat raka’at. Dan pada ulasan kali ini,  akan membahas tentang hukum shalat tarawih dan keutamaan shalat tarawih tersebut.

Hukum Shalat Tarawih Di Bulan Ramadhan

Imam An-Nawawi mengatakan,

أما حكم المسألة فصلاة التراويح سنة بإجماع العلماء

Adapun hukum masalah shalat tarawih, maka shalat tarawih hukumnya sunah dengan sepakat ulama. (al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 4/31).

Imam An-Nawawi juga menyebutkan,

قال الشافعي وجمهور أصحابه وأبو حنيفة وأحمد وبعض المالكية وغيرهم الأفضل صلاتها جماعة كما فعله عمر بن الخطاب والصحابة رضي الله عنهم واستمر عمل المسلمين عليه لأنه من الشعائر الظاهرة فأشبه صلاة العيد

As-Syafii beserta mayoritas pengikutnya, Abu Hanifah, Ahmad, dan sebagian Malikiyah serta ulama lainnya, berpendapat bahwa yang afdhal mengerjakan shalat tarawih secara berjamaah, sebagaimana yang dilakukan Umar bin Khatab dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum, dan dilakukan secara terus-menerus oleh kaum muslimin. Karena ini termasuk syiar islam yang sangat nampak, mirip dengan shalat hari raya. (Syarh Shahih Muslim, 6/39)

Dalam ensiklopedi fikih islam disebutkan,

اتفق الفقهاء على سنية صلاة التراويح، وهي عند الحنفية والحنابلة وبعض المالكية سنة مؤكدة، وهي سنة للرجال والنساء وهي من أعلام الدين الظاهرة

Ulama sepakat tentang hukum anjuran untuk shalat tarawih. Sementara menurut madzhab Hanafiyah, Hambali, dan sebagian Malikiyah, shalat tarawih hukumnya sunah yang sangat ditekankan. Shalat ini dianjurkan bagi lelaki dan wanita. Dan shalat ini termasuk syiar agama islam yang sangat nampak. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, 27/137).

Keutamaan Shalat Tarawih Di Bulan Ramadhan

Pertama, Akan mendapatkan ampunan dosa yang telah lalu.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR. Bukhari : 37 dan Muslim : 759).

Dan yang dimaksud dengan qiyam Ramadhan dalam hadits diatas adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh An-Nawawi. (Syarh Muslim, 3/101).

Hadits ini menandakan bahwa, shalat tarawih bisa menggugurkan dosa dengan syarat dikerjakan karena iman yaitu membenarkan pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala dari Allah, bukan karena riya’ atau alasan lainnya. (Fathul Bari, 6/290).

Maksud dari pengampunan dosa dalam hadits ini adalah bisa mencakup dosa besar dan dosa kecil seperti yang ditegaskan oleh Ibnul Mundzir. Namun An-Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah khusus untuk dosa kecil. (Fathul Bari, 6/290).

Kedua, Shalat tarawih bersama imam seperti shalat semalam penuh.

Dari sahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh”. (HR. Nasai : 1605, Turmudzi : 806, dishahihkan al-Albani).

Hadits ini menjadi dalil anjuran agar kaum muslimin mengerjakan shalat tarawih secara berjama’ah dan mengikuti imam hingga selesai.

Ketiga, Shalat tarawih adalah seutama-utamanya shalat.

Ulama-ulama Hanabilah (madzhab Hambali) mengatakan bahwa seutama-utamanya shalat sunnah adalah shalat yang dianjurkan dilakukan secara berjama’ah. Karena shalat seperti ini hampir serupa dengan shalat fardhu. Kemudian shalat yang lebih utama lagi adalah shalat rawatib (shalat yang mengiringi shalat fardhu, sebelum atau sesudahnya). Shalat yang paling ditekankan dilakukan secara berjama’ah adalah shalat kusuf (shalat gerhana) kemudian shalat tarawih. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Quwaitiyyah, 2/9633).

Demikian, penjelasan mengenai hukum shalat tarawih dan keutamaan shalat tarawih. Semoga kita lebih bersemangat dalam mengerjakan shalat tarawih di setiap bulan Ramadhan.
Allahu a’lam.