Kiat Meraih Haji Mabrur

Setiap orang yang menunaikan ibadah haji, menginginkan menjadi haji mabrur, karena haji mabrur balasannya tidak lain adalah surga. Lalu bagaimana kiat meraih haji mabrur?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Di antara umrah yang satu dan umrah lainnya akan menghapuskan dosa di antara keduanya dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga”. (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

Kiat Meraih Haji Mabrur

Haji mabrur adalah haji yang sesuai dengan tuntunan syar’i, menyempurnakan hukum-hukumnya, mengerjakan dengan penuh kesempurnaan dan lepas dari dosa serta terhiasi dengan amalan sholih dan kebaikan. Ada beberapa kriteia yang mesti dipenuhi, barulah seseorang yang berhaji bisa menggapai derajat mulia tersebut.

1. Ikhlas
Seorang hanya mengharap pahala Allah, tidak ada riya’ (ingin dipandang orang lain), dan tidak sum’ah (ingin didengar orang lain). Jadi haji bukan untuk pamer, kebanggan, atau agar mendapat predikat haji semata.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّـهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan…”. (QS. Al-Bayyinah: 5).

2. Berhaji dari harta yang halal
Harta untuk berangkat hajinya adalah harta yang halal. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ, لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا

“Sesungguhnya Allah itu baik, tidaklah menerima kecuali dari yang baik”. (HR. Muslim, no. 1015).

3. Menjauh dari maksiat, bid’ah dan hal-hal yang menyelisihi syari’at.
Perbuatan tersebut membuat amalan yang dilakukan bisa tidak diterima apalagi dalam melakukan haji. Allah Ta’ala berfirman,

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (berkata kotor), berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji…”. (QS. Al-Baqarah: 197).

4. Berakhlak baik dan bersikap lemah lembut antar sesama.
Termasuk bersikap tawadhu’ (rendah hati) saat bergaul, ketika di kendaraan, tempat tinggal, dan pada setiap keadaan. Termasuk juga suka membantu kebutuhan saudara lainnya.

5. Mengagungkan syi’ar Allah.
Di antara bentuk mengagungkan syi’ar Allah, hendaklah ketika berhaji menyibukkan diri dengan dzikir, yaitu memperbanyak takbir, tasbih, tahmid dan istighfar. Karena orang yang berhaji sedang dalam ibadah dan berada dalam waktu-waktu yang mulia.

Ibnu ‘Abdil Barr dalam At Tamhid (22: 39) mengatakan bahwa haji mabrur adalah haji yang tidak ada riya’ (ingin dipandang orang lain), tidak sum’ah (ingin didengar orang lain), tidak ada rofats (kata-kata kotor di dalamnya), tidak melakukan kefasikan, dan berhaji dengan harta halal.

Demikian kiat meraih haji mabrur yang bisa dilakukan agar menjadi haji mabrur. Semoga Allah menganugerahkan kita haji mabrur.

Referensi: Muslim.or.id