Makna Ucapan Amin Dan Hikmahnya

Ucapan kata ‘Amin’ (آمين) lazimnya diucapkan setelah selesai membaca Al-Fatihah dan ketika mendengar doa orang lain. Mengucapkan kata ‘Amin’ (آمين) dalam bahasa arab disebut juga dengan ‘Ta’min’. Menurut kebanyakan ulama, makna kata ‘Amin’ (آمين) mempunyai arti “Ya Allah kabulkanlah”.

Imam Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan, “Maknanya menurut mayoritas ulama adalah “Ya Allah kabulkanlah” dan ada yang menyatakan lain namun masih kembali semuanya kepada makna ini”. (Fathul Bari, 2/262).

Hikmah dan Keutamaan Mengucapkan Amin

Ucapan lafal amin termasuk doa yang mempunyai makna “Ya Allah Kabulkanlah”. Dengan demikian, apabila mengucapkan lafal amin ketika mendengar orang lain berdoa, berarti dia turut memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar doa tersebut dikabulkan. Ini termasuk keutamaan ucapan amin.

Selain mempunyai keutamaan tersebut, mengucapkan amin juga memiliki hikmah dan keutamaan lainnya, yaitu,

1. Menjadi sebab terampuninya dosa yang telah lalu, apabila ucapan amin itu bersamaan dengan aminnya para malaikat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَمَّنَ الإِمَامُ فَأَمِّنُوا فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Apabila imam mengucapkan amin maka ucapkanlah amin, karena siapa yang ucapan aminnya bersamaan dengan ucapan amin para malaikat maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Menjadi penyebab terkabulnya do’a, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا صَلَّيْتُمْ فَأَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ ثُمَّ لْيَؤُمَّكُمْ أَحَدُكُمْ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا قَالَ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ فَقُولُوا آمِينَ. يُجِبْكُمُ اللَّهُ

“Apabila kalian shalat maka luruskanlah shaf (barisan) kalian kemudian hendaknya salah seorang diantara kalian menjadi imam. Apabila imam bertakbir maka kalian bertakbir dan bila imam mengucapkan “ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladdhaalliin” maka ucapkanlah amin, niscaya Allah mengabulkannya”. (HR. Muslim no. 4/119).

Silahkan baca juga Waktu Mustajab Untuk Berdoa.

3. Orang-orang Yahudi iri dengan adanya ucapan amin (ta’min) pada kaum Muslimin. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْيَهُوْدَ قَوْمٌ حَسَدٌ وَ إِنَّهُمْ لاَ يَحْسِدُوْنَنَا عَلَى شَيْءٍ كَمَا يَحْسِدُوْنَنَا عَلَى السَّلاَمِ وَ عَلَى (آمِيْنَ )

“Sesungguhnya Yahudi adalah kaum yang penuh hasad dan mereka tidak hasad kepada kami tentang sesuatu yang melebihi hasadnya mereka kepada kita dalam salam dan ucapan amin”. (HR. Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya 1/73/2).

Demikian pembahasan tentang makna ucapan amin dan hikmahnya. Semoga bermanfa’at.
Allahu ‘alam.