Mendoakan Kebaikan Untuk Orang Kafir

Dalam hidup bermasyarakat ada kalanya kita bergaul dengan orang-orang non muslim. Apabila mereka ditimpa suatu musibah apakah boleh mendoakan mereka? Bagaimana hukum mendoakan kebaikan untuk orang kafir dalam pandangan Islam?

Hukum Mendoakan Orang Kafir Untuk Kebaikan Dunia

Umat Islam tidak dilarang untuk berbuat baik kepada orang kafir. Dengan catatan dia bukan kafir harbi, yaitu orang kafir yang memerangi kaum muslimin. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ . إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. (QS. al-Mumtahanah: 8 – 9).

Mendoakan kebaikan kepada orang kafir untuk kebaikan dunia, termasuk perbuatan baik yang diperbolehkan. Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

كَانَ الْيَهُودُ يَتَعَاطَسُونَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْجُونَ أَنْ يَقُولَ لَهُمْ يَرْحَمُكُم اللَّهُ، فَيَقُولُ: يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

“Dahulu kaum Yahudi biasa berpura-pura bersin di dekat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka berharap beliau mau mengucapkan doa untuk mereka “Yarhamukallah” (semoga Allah merahmati kalian), maka beliau mengatakan doa: “Yahdikumullah wa yushlihabalakum” (semoga Allah memberi hidayah kepada kalian, dan memperbaiki keadaan kalian)”. (HR. at-Tirmidzi 2739 , dan lainnya).

Dalam hadits diatas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan kepada kaum Yahudi,

يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

“Semoga Allah memberi kalian hidayah, dan memperbaiki keadaan kalian”.

Melihat keterangan diatas, mendoakan orang kafir agar mendapat hidayah dan kebaikan dalam urusan dunia diperbolehkan, karena adanya contoh dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita juga diperbolehkan menjawab salam dari orang kafir, walaupun hanya sebatas “wa’alaikum“. Karena “As Salaam” adalah di antara nama Allah, dan As Salaam ditujukan khusus pada sesama muslim. Karena rahmat dan berkah Allah itu untuk kaum Mukminin.

Dari Anas bin Malik, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الكِتَابِ فَقُولُوا: وَعَلَيْكُمْ

“Jika seorang Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) mengucapkan salam kepada kalian, maka jawablah dg ucapan: “Wa’alaikum“. (HR. Al-Bukhori dan Muslim).

Dari sahabat Uqbah bin Amir Radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau pernah berpapasan dengan seseorang yang gayanya seperti muslim, lalu orang tersebut memberi salam kepadanya, maka beliaupun menjawabnya dengan ucapan, “Wa’alaika wa rahmatullah wabarakatuh”… Maka pelayannya mengatakan padanya, dia itu nasrani!… Lalu Uqbah beranjak dan mengikutinya hingga dia berhasil menyusulnya. Kemudian beliau mengatakan,

إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ وَبَرَكَاتَهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ، لَكِنْ أَطَالَ اللَّهُ حَيَاتَكَ، وَأَكْثَرَ مالك، وولدك

“Sesungguhnya rahmat dan berkah Allah itu untuk Kaum Mukminin, akan tetapi semoga Allah memanjangkan umurmu, dan memperbanyak harta dan anakmu”. (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod 1/430).

Anda dapat pelajari juga Cara Menjawab Salam Orang Kafir

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “Jika seseorang memberi ucapan penghormatan pada kafir dzimmi dengan ucapan selain ucapan salam, maka Al-Mutawalli dan Ar-Rofi’i membolehkan hal ini. Misalnya, ada yang mengucapkan pada non muslim ‘semoga Allah memberi hidayah untukmu’, ‘semoga Allah memberi nikmat padamu di pagi ini’, seperti itu tak bermasalah. Apalagi kalau butuh memberikan penghormatan seperti itu untuk mencegah tindak jelek mereka atau semacam itu dengan memberi ucapan ‘semoga Allah memberikan kebaikan, kebahagiaan, keselamatan atau kegembiraan padamu di pagi ini’. Sedangkan jika ucapan seperti itu tidak dibutuhkan, maka ada pilihan untuk tidak berucap apa-apa. Karena jika tak ada kepentingan, maka nantinya jadi berkasih sayang dengan mereka. Padahal asalnya seorang muslim tetap bersikap tidak loyal pada non muslim”. (Al Majmu’, 4: 607-608).

Dengan demikian mendoakan kebaikan untuk orang kafir agar mendapatkan kebaikan dunia berupa harta, anak, kesembuhan, atau semacamnya, hukumnya diperbolehkan, asalkan dia bukan kafir harbi yaitu orang kafir yang memerangi kaum Muslimin.
Allahu ‘alam.