Syarat Sah Haji

Syarat sah haji adalah syarat yang harus dipenuhi agar haji yang dilakukan sah. Jika persyaratan tersebut tidak terpenuhi maka hajinya tidak sah.

Syarat Sah Haji

1. Islam

Ibadah yang dilakukan selain orang Islam tidak sah. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ

“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya.” (QS. At-Taubah: 54).

2. Berakal

Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاثَةٍ؛ عَنْ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ ، وَعَنْ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ ، وَعَنْ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ

“Pena Diangkat (kewajiban digugurkan) dari tiga (golongan); Orang yang tidur sampai bangun, anak kecil hingga bermimpi (baligh), dan orang gila hingga berakal (sembuh)”. (HR. Abu Daud, 4403, dishahihkan oleh Al-Albani dalam shahih Abu Daud).

Ibnu Taimiyah mengatakan,

أما المجنون الذي رفع عنه القلم فلا يصح شيء من عباداته باتفاق العلماء. ولا يصح منه إيمان ولا كفر ولا صلاة ولا غير ذلك من العبادات؛ بل لا يصلح هو عند عامة العقلاء لأمور الدنيا كالتجارة والصناعة. فلا يصلح أن يكون بزازاً ولا عطاراً ولا حداداً ولا نجاراً.

“Orang gila yang amalnya tidak dicatat, tidak sah ibadahnya dengan sepakat ulama. Imannya, kufurnya, shalatnya dan ibadah lainnya, tidak sah. Bahkan umumnya orang menilai dia tidak boleh melakukan aktivitas dunia, seperti berdagang dan melakukan produksi. Tidak boeh jadi tukang tenun, penjual minyak wangi, pande besi, atau tukang kayu”. (Majmu’ al-Fatawa, 11/191).

3. Miqat

Miqat adalah batas yang ditentukan untuk mulai mengerjakan ibadah haji atau umrah. Miqat terbagi menjadi dua, yaitu miqat zamani (waktu) dan miqat makani (tempat)

Miqat Zamani adalah batasan waktu yang digunakan untuk melakukan ibadah haji dan umrah. Mayoritas sahabat mengatakan bahwa, waktu tersebut adalah bulan Syawwal, Dzulqa’dah, dan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Miqat Makani adalah tempat yang ditentukan untuk pertama kali berihram. Siapa yang hendak menuju Makkah untuk menunaikan haji tidak boleh melewati tempat-tempat tersebut sampai ia berihram. Artinya, penunaian rukun haji dan wajib haji dilakukan di tempat tertentu yang telah ditetapkan dan tidak sah bila dilakukan ditempat lainnya. Silahkan baca ulasan tentang rukun haji dan wajib haji.

Apakah bila hajinya sah menjadi haji mabrur? Silahkan baca Tanda-tanda Haji Mabrur

Demikian semoga bermanfa’at.
Allahu ‘alam.