Tanda Orang Yang Taubatnya Diterima

Orang yang melakukan maksiat berkewajiban untuk bertaubat. Apakah taubatnya diterima Allah Ta’ala atau tidak, tak seorang pun yang tahu. Bagaimana tanda orang yang taubatnya diterima oleh Allah? Berikut penjelasannya.

Terlebih dulu perlu dipahami bahwa, ada 2 hal yang perlu dibedakan terkait nilai sebuah amal,

1. Syarat sah amal
2. Diterimanya amal

Pertama, Syarat Sah Amal
Manusia bisa mengukur, karena ini sifatnya dzahir. Seseorang bisa mempelajari apa saja syarat sah amal tersebut, sehingga mereka bisa menilai, apakah amal yang dia kerjakan telah diterima atau tidak. Dan kapan sebuah amal bernilai sah?
Tentu saja ketika amal itu memenuhi semua ketentuannya. Memenuhi syarat, rukun, dan wajibnya, serta tidak ada unsur yang membatalkannya.

Anda bisa menilai shalat anda sah, ketika Anda memahami bahwa shalat Anda telah memenuhi syarat, rukun, dan wajib shalat. Serta Anda tidak melakukan pembatal shalat.

Kedua, Diterimanya Amal
Tidak ada satupun manusia yang tahu bahwa amalnya diterima. Karena ini semua kembali kepada Allah, Dzat yang kita sembah. Jangankan manusia biasa, sampai para nabi pun, mereka tidak mengetahui apakah amalnya diterima atau tidak.

Nabi Ibrahim ‘alaihis shalatu was salam, ketika Beliau membangun ka’bah, Beliau tidak tahu apakah amalnya diterima atau tidak. Sehingga Beliau selama membangun ka’bah, banyak membaca do’a,

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Ya Rab kami, terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. al-Baqarah: 127)

Wuhaib bin al-Warad ketika membaca ayat ini, beliau mengatakan,

يا خليل الرحمن، ترفع قوائم بيت الرحمن وأنت مُشْفق أن لا يتقبل منك

Wahai Ibrahim, Khalilurrahman, Anda membangun dinding ka’bah, sementara Anda takut amal Anda tidak diterima… (Tafsir Ibnu Katsir, 1/427).

Karena itulah, terkait masalah diterimanya amal, manusia hanya bisa berharap dan memohon kepada Allah agar amalnya diterima oleh Allah. Tugas hamba adalah beramal sebaik mungkin, dan memastikan amalnya sah. Apakah amalnya diterima atau tidak, seorang hamba hanya bisa berharap dan tidak bisa memastikan.

Tanda Orang yang Taubatnya Diterima

Taubat termasuk diantara bentuk amal. Ada syarat sah taubat dan taubat yang diterima.

Pertama, Syarat Sah Taubat
Seperti yang pernah dijelaskan dalam beberapa artikel sebelumnya, syarat sah taubat ada 5:

1. Ikhlas. Artinya, dia bertaubat karena dorongan untuk beribadah kepada Allah

2. al-Iqla’ (melepaskan), maksudnya adalah melepaskan dosa yang dia taubati

3. an-Nadam (menyesal), orang yang bertaubat harus benar-benar menyesali dosa yang dia taubati.

4. al-Azm (tekad). Orang yang bertaubat harus memiliki tekad untuk tidak mengulang kembali dosanya.

5. Taubatnya dilakukan sebelum ditutupnya kesempatan taubat, yaitu ketika ruh sudah di tenggorokan atau matahari telah terbit dari barat.

Dan jika perbuatan dosa itu terkait kedzaliman antara sesama hamba, maka dia harus menyelesaikannya. Bisa dengan meminta direlakan atau mengembalikan bentuk kedzaliman tersebut.

Katika 6 unsur di atas ada pada saat orang itu bertaubat maka taubatnya sah.

Kedua, Taubat yang Diterima
Apakah taubatnya langsung diterima?
Allahu a’lam… kita hanya bisa berharap agar taubatnya diterima, serta mengiringi taubatnya dengan berbuat amal soleh.

Karena itulah, dalam banyak ayat, Allah mengajarkan agar mereka yang bertaubat, mengiringi taubatnya dengan berbuat ishlah (mengadakan perbaikan).

Diantaranya, firman Allah,

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ وَأَصْلَحُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 89)

“Mengadakan perbaikan” berarti berbuat baik untuk menghilangkan akibat jelek dari kesalahan yang pernah dilakukan.

Allah juga berfirman,

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ وَأَصْلَحُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. an-Nur: 5)

Dan diantara tanda diterimanya amal seseorang adalah adanya amal soleh setelahnya. Hasan al-Bashri mengatakan,

إن من جزاء الحسنة الحسنة بعدها

“Bagian dari balasan kebaikan adalah kebaikan setelahnya.”

Ketika orang yang telah bertaubat, dia semakin dekat dengan syariat, semoga ini tanda orang yang taubatnya diterima oleh Allah.

Lihat juga: Cara Bertaubat Meninggalkan Shalat dengan Sengaja

Dan yang tidak kalah penting, bagi orang yang telah bertaubat, bergabunglah dengan komunitas orang yang baik. Karena komunitas yang baik akan mengarahkan orang yang bertaubat agar tidak kembali melakukan pelanggaran dan perbuatan dosa yang telah dia taubati.
Semoga pembahasan tanda orang yang taubatnya diterima oleh Allah dapat bermanfaat.
Allahu a’lam.