Waktu Pelaksanaan Shalat Istisqa

Saat kemarau panjang, banyak daerah yang melaksanakan shalat Istisqa atau shalat meminta hujan. Sebenarnya, kapan waktu pelaksanaan shalat Istisqa yang afdhol?

Pengertian Istisqa

Istisqa adalah, meminta hujan kepada Allah Ta’ala. Karena pada umumnya, kata kerja bahasa Arab yang didahului huruf alif (ا), sin (س) dan ta’ ( ت), memiliki arti permintaan. Sehingga Istisqa’ / استسقاء sendiri memiliki makna, meminta hujan.

Para ulama mendefinisikan istisqa adalah,

طلبه من الله عند حضور الجدب على وجهٍ مخصوص

“Meminta hujan kepada Allah, ketika terjadi kekeringan, dengan aturan dan tata cara tertentu”. (Fathul Bari, 2:492).

Istisqa terdiri dari dua macam, yaitu:

1. Doa meminta hujan

Diantara contoh doa meminta hujan adalah berikut:

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا..

“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami (3x)”. (HR. Muslim).

Atau dengan membaca doa ini,

اللهم اسقنا غيثًا مُغيثًا، مريئًا مَريعًا، نافعًا غير ضار، عاجلًا غير آجل

“Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda”. (HR. Abu Dawud).

2. Shalat Istisqa

Yaitu berdoa meminta hujan yang disertai shalat, dengan tata cara tertentu yang telah diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Abbad bin Tamim bahwa pamannya, Abdullah bin Zaid mengatakan,

أَنَ النَّبِيُّ (صلى الله عليه وسلم) ، خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى يَسْتَسْقِي، وَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ، فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، وَقَلَبَ رِدَاءَهُ، وَجَعَلَ الْيَمِينَ عَلَى الشِّمَالِ

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju lapangan untuk shalat Istisqa, beliau menghadap kiblat, shalat dua rakaat, dan membalik kain atasan pakaian beliau, dibalik bagian kanan diletakkan di sebelah kiri. (HR. Bukhari).

Waktu Pelaksanaan Istisqa

1. Untuk Istisqa yang berupa doa, bisa dilakukan kapan saja, terutama di waktu-waktu yang mustajab.

Tentang waktu-waktu mustajab untuk berdoa, bisa dibaca pada, Waktu Mustajab Untuk Berdoa.

Dialam Ensiklopedia Fikih dijelaskan,

إذا كان الاستسقاء بالدعاء فلا خلاف في أنه يكون في أي وقت

“Jika Istisqa (meminta hujan) hanya dengan berdoa, maka para ulama sepakat boleh dilakukan kapanpun.” (Al-Mausu’ah Al-fiqhiyyah 3/308).

2. Untuk Istisqa berupa shalat disertai doa Istisqa, para ulama berbeda pendapat tentang waktu pelaksanaannya.

Ada beberapa pendapat kapan waktu sholat Istisqo dilaksanakan.

1. Waktu pagi seperti waktunya shalat hari raya ‘Ied.
2. Waktu pagi seperti waktunya shalat hari raya ‘Ied, sampai tiba waktu asar.
3. Tidak ada batasan waktu tertentu, boleh pagi, siang ataupun malam. Asal tidak di waktu-waktu yang dimakruhkan melaksanakan shalat.

Tampaknya pendapat ketiga inilah yang paling kuat (rajih). Inilah pendapat yang dipegang oleh mayoritas ulama. (Lihat : Al-Majmu’ Imam Nawawi, 5/77 dan Al-Mausu’ah Al-fiqhiyyah 3/308).

Waktu yang Dimakruhkan Melaksanakan Shalat

Adapun waktu-waktu yang dimakruhkan melaksanakan shalat, ada tiga:

1. Setelah subuh, sampai matahari terbit setinggi tombak (kurang lebih satu meter di atas ufuk).
2. Siang hari saat matahari tepat di atas kepala, sampai matahari condong ke barat (zawal).
3. Setelah sholat ashar, sampai matahari terbenam.
(Lihat : Majmu’Fatawa Ibnu’Utsaimin, 14/342).

Dalam Ensiklopedia Fikih dijelaskan,

وإذا كان بالصلاة والدعاء , فالكل مجمع على منع أدائها في أوقات الكراهة

“Jika meminta hujan berupa shalat Istisqa dan doa, maka seluruh ulama sepakat terlarang jika dilakukan pada waktu-waktu yang dimakruhkan melaksanakan shalat”. (Al-Mausu’ah Al-fiqhiyyah 3/308).

Waktu Afdhol Melaksanakan Shalat Istisqa

Mayoritas ulama berpendapat bahwa, shalat Istisqo boleh dilakukan kapan saja kecuali diwaktu dimakruhkan melaksanakan shalat. Namun mereka berbeda pendapat tentang kapan waktu yang afdal melaksanakan shalat Istisqa.

Dalam Ensiklopedia Fikih dijelaskan,

والخلاف بينهم إنما هو في الوقت الأفضل , ما عدا المالكية فقالوا : وقتها من وقت الضحى إلى الزوال , فلا تصلى قبله ولا بعده

“Perbedaan pendapat di mayoritas ulama (jumhur) pada pembahasan waktu yang paling afdol. Maka selain mazhab Maliki (artinya, mazhab Hanafi, Syafi’i, Hambali, pent), menyatakan bahwa waktu sholat Istisqa yang paling afdal adalah di mulai sejak waktu dhuha sampai matahari condong ke barat (zawal). Maka sebaiknya tidak melaksanakannya di waktu sebelum ini atau sesudahnya”. (Al-Mausu’ah Al-fiqhiyyah 3/308).

Wallahu a’lam.

Referensi:
Kapan Waktu Sholat Istisqa (Meminta Hujan), oleh Ustadz Ahmad Anshori, Lc KonsultasiSyariah.com